Untuk mendukung ekspansi jangka panjang, CBDK memiliki land bank strategis seluas sekitar 694 hektare. Perseroan juga mencatat total aset sekitar Rp22,4 triliun dengan posisi kas mencapai Rp2,7 triliun per 31 Maret 2026.
Menurut manajemen, struktur permodalan yang konservatif memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan di masa mendatang.
Selain mengandalkan penjualan lahan komersial, CBDK juga terus memperkuat sumber pendapatan berulang (recurring income). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoperasikan Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang disebut sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 100.000 pengunjung.
Sejak mulai beroperasi, NICE telah mengamankan puluhan agenda sepanjang 2026 yang mencakup konser internasional, pameran industri, konferensi, hingga berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
"Fokus kami tidak hanya pada monetisasi commercial land plot, tetapi juga memperkuat fondasi recurring income melalui aset-aset strategis seperti NICE dan Hotel Hilton Jakarta PIK2. Seiring dengan berkembangnya ekosistem bisnis di kawasan, kami optimistis CBD PIK2 akan terus memperluas sumber pertumbuhan usaha dan meningkatkan kualitas pendapatan Perseroan dalam jangka panjang,” tutur Steven.
(DESI ANGRIANI)