AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Cerita Alfamart Utang Rp1 Triliun Buat Bayar Utang ke Bank

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Sabtu, 20 Maret 2021 12:42 WIB
Paling lambat pada 9 April 2021 PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) harus melunasi utang Rp1,01 triliun.
Cerita Alfamart Utang Rp1 Triliun Buat Bayar Utang ke Bank (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Paling lambat pada 9 April 2021 PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) harus melunasi utang Rp1,01 triliun. Utang tersebut berasal dari penerbitan surat utang (obligasi) tahap II di 2018. Di mana pada obligasi pada 2018 diterbitkan juga bertujuan untuk membayar utang.

Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian mengatakan, pihaknya menginformasikan kesiapan dana untuk membayar pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan II Sumber Alfaria Trijaya Tahap II Tahun 2018 yang akan jatuh tempo pada 12 April 2021 senilai Rp1,01 triliun.

Dalam keterangan tersebut juga dijelaskan bahwa emiten pengelola Alfamart ini akan membayarkan pokok dan bunga obligasi tersebut ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) paling lambat 9 April 2021 pukul 14.00 WIB.

Bila melihat sejarah utang Rp1,01 triliun tersebut, pengelola Alfamart itu harus menerbitkan surat utang pada 2018 Rp1 triliun untuk membayar utang yang sudah jatuh tempo dan utang ke Bank BCA.  Dan setelah mendapatkan dana dari obligasi, dana tersebut langsung habis buat membayar utang.

"Seluruh dana hasil penawaran Obligasi Berkelanjutan II AMRT Tahap II 2018 sudah terserap sehingga per hari ini saldo dana hasil obligasi itu tercatat Rp0 atau telah habis," kata Tomin pada waktu itu berdasarkan keterbukaan informasi Mei 2018 lalu.

Tomin menambahkan dana sebesar Rp600 miliar digunakan untuk melunasi utang Obligasi Berkelanjutan I AMRT Tahap II 2015 yang jatuh tempo pada 8 Mei 2015. Sementara sisanya setelah membayar biaya penawaran umum obligasi, sebesar Rp396,47 miliar untuk membayar pinjaman dari BBCA.

Tapi, untuk kali ini,  Tomin menegaskan, pembayaran utang Rp1,01 triliun yang akan jatuh tempo pada 9 April 2021 berasal dari dana kas perusahaan.

“Dana untuk pembayaran obligasi dan bunga berasal dari internal kas perseroan,” ujar Tomin dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (20/3/2021). (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD