Dari sisi kas, UNVR mencatat free cash flow Rp4,9 triliun, atau 1,7 kali lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, dengan posisi utang nol menunjukkan struktur keuangan yang sangat kuat.
Sepanjang 2025, UNVR menjalankan tiga strategi utama yakni kategori, saluran penjualan, dan biaya. Pada kategori, kontribusi segmen bertumbuh naik dari 8,0 persen menjadi 9,8 persen, dengan 16 merek utama menyumbang 75 persen penjualan dan tumbuh 9,1 persen.
Di sisi distribusi, UNVR memperkuat pasar tradisional sekaligus mempercepat ekspansi digital dan Health & Beauty. Pada saat yang sama, perseroan menjalankan efisiensi biaya untuk mendukung investasi merek dan inovasi.
Memasuki 2026, UNVR tetap optimistis mengejar pertumbuhan berbasis volume dan kualitas. Meski Q1-2026 berpotensi lebih lambat karena efek musiman Idul Fitri, manajemen menilai fundamental bisnis tetap kuat.
“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tambah Benjie. “Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal. Prioritas kami adalah untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia di 2026 dan tahun-tahun mendatang.”
(Shifa Nurhaliza Putri)