AALI
8825
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7400
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
302
AGII
2350
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
107
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
408
ALTO
172
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.52
-1.18%
-6.39
IHSG
7090.99
-1.22%
-87.59
LQ45
1013.74
-1.16%
-11.90
HSI
17964.23
0.17%
+30.96
N225
26452.79
-2.58%
-701.04
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Chandra Asri (TPIA) Cetak Pendapatan Jadi USD667 Juta di Awal 2022

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 03 Mei 2022 07:25 WIB
Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan jumlah pendapatan di Kuartal I-2022 tercatat meningkat .
Chandra Asri (TPIA) Cetak Pendapatan Jadi USD667 Juta di Awal 2022. (Foto: MNC Media)
Chandra Asri (TPIA) Cetak Pendapatan Jadi USD667 Juta di Awal 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan jumlah pendapatan di Kuartal I-2022 tercatat meningkat 13,26 persen (year-on-year) menjadi USD677,75 juta. Sementara itu, rugi bersih TPIA mencapai USD11,24 juta, padahal di periode yang sama 2021 masih mampu membukukan laba bersih sebesar USD84,38 juta.

Berdasarkan laporan keuangan TPIA yang dipublikasi di Jakarta, dengan adanya beban pokok pendapatan di Kuartal I-2022 yang mencapai USD652,72 juta, maka laba bruto yang dicatatkan TPIA menjadi senilai USD25,03 juta. Pada Kuartal I-2021, jumlah laba bruto perseroan sebesar USD147,6 juta.

Untuk periode yang berakhir 31 Maret 2022, TPIA mencatatkan rugi sebelum pajak mencapai USD15,17 juta atau mencatatkan kinerja negatif dibanding periode yang sama di 2021 membukukan laba sebelum pajak sebesar USD108 juta.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan (neto) di Kuartal I-2022 yang sebesar USD4,05 juta, maka rugi tahun berjalan TPIA menjadi USD11,12 juta. Sedangkan, besaran rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas di Kuartal I-2022 adalah sebesar USD11,24 juta.

"Kinerja kami selama kuartal pertama 2022 sebagian besar dipengaruhi oleh perang Rusia-Ukraina. Ketegangan geopolitik memicu harga minyak mentah melonjak hingga lebih dari USD100 per barel, yaitu sekitar 25 persen lebih tinggi versus Kuartal IV-2021 dan sekitar 66 persen lebih tinggi versus Kuartal I-2021," kata Direktur TPIA, Suryandi.

Lebih lanjut dia menambahkan, realisasi kinerja keuangan TPIA di Kuartal I-2022 juga dipengaruhi oleh pelemahan permintaan dari China yang sedang mengalami lockdown Covid-19, sehingga menyebabkan pengetatan spread petrokimia, terutama polyolefins.

Per 31 Maret 2022, total liabilitas TPIA sebesar USD2,05 miliar atau mengalami penurunan dibanding per 31 Desember 2021 yang mencapai USD2,07 miliar. Sedangkan, total ekuitas hingga akhir Maret 2022 tercatat senilai USD2,92 miliar atau lebih rendah dibanding per akhir Desember 2021 yang sebesar USD2,93 miliar. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD