Erwin menyampaikan, peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat fondasi industri nasional.
“Melalui penguatan kapasitas produksi ini, Chandra Asri Group tidak hanya mendukung upaya substitusi impor, tetapi juga berkontribusi dalam membangun rantai petrokimia yang lebih kokoh, kompetitif dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, kami harap keberadaan fasilitas kami ini dapat membantu peningkatan kemandirian industri nasional sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok petrokimia regional,” kata dia.
MTBE merupakan komponen penting yang digunakan sebagai octane booster pada bahan bakar bensin, untuk meningkatkan kualitas pembakaran dan efisiensi bahan bakar.
Sementara itu, Butene-1 merupakan komonomer penting dalam produksi polyethylene, bahan baku penting yang digunakan secara luas dalam aplikasi, termasuk sektor manufaktur, kemasan serta produk konsumen. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, perseroan tidak hanya memperkuat stabilitas rantai pasok domestik, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan penetrasi pasar regional melalui ekspor produk bernilai tambah tinggi.
Melalui peningkatan kapasitas ini, kata dia, Chandra Asri Group kembali menegaskan komitmennya kembali untuk mendukung penguatan struktur industri hilir petrokimia di Indonesia, meningkatkan efisiensi devisa melalui pengurangan impor, menjaga stabilitas pasokan bahan baku di sektor energi dan manufaktur, serta memperkuat daya saing industri industri nasional di tingkat regional maupun global.
(Dhera Arizona)