Menurut CIMB IB, BNGA memiliki sejumlah kekuatan yang menjadi alasan CIMB tetap optimistis terhadap bank tersebut, antara lain bisnis wealth management, perbankan korporasi, konektivitas ASEAN, mass affluent banking, serta perbankan syariah.
Untuk memenuhi ketentuan free float BNGA, CIMB sebelumnya mempertimbangkan beberapa opsi, mulai dari menempatkan saham kepada investor strategis pada valuasi yang sesuai, melakukan re-IPO, hingga melakukan privatisasi alias go private.
Namun, CIMB IB menilai re-IPO tampaknya sulit dilakukan dalam kondisi pasar Indonesia saat ini. Sementara itu, privatisasi dinilai menjadi opsi yang lebih strategis dan kredibel.
“CIMB mencatat terdapat berbagai opsi delisting yang tersedia, termasuk skema yang memungkinkan pemegang saham minoritas tetap memiliki kepemilikan setelah delisting, dengan mengacu pada pengaturan kepemilikan minoritas yang pernah diterapkan di CIMB Thai dan CIMB Bank Malaysia sebagai preseden,” kata CIMB IB.
(Dhera Arizona)