Sementara itu, sekitar Rp500 miliar atau 20 persen digunakan untuk membayar sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Lalu sekitar Rp320 miliar atau 15 persen digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan.
Dengan demikian, seluruh dana bersih IPO CNMA telah terealisasi sesuai dengan kebutuhan pendanaan yang telah ditetapkan perseroan.
(DESI ANGRIANI)