IDXChannel - PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mencatat kinerja positif pada semester I-2026. Perusahaan pembiayaan bagian dari Panin Group tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp102,3 miliar, tumbuh 27 persen secara tahunan dengan laba per saham Rp25,68.
Lonjakan laba bersih CFIN terjadi di tengah penurunan pendapatan, mencerminkan kenaikan kinerja lebih disebabkan oleh pengelolaan biaya secara lebih disiplin.
Dalam laporan keuangan yang tidak diaudit (unaudited) dikutip Sabtu (25/7/2026), pendapatan CFIN turun 6 persen menjadi Rp774 miliar. Segmen pembiayaan konsumen yang menjadi tulang punggung utama turun 9,7 persen menjadi Rp546 miliar, sehingga berkontribusi terhadap total pendapatan sekitar 70 persen.
CFIN secara disiplin menerapkan pengelolaan biaya yang lebih efisien, tercermin dari beban usaha yang turun 11,3 persen menjadi Rp641 miliar. Penurunan terjadi pada beban bunga dan beban pembiayaan, beban umum dan administrasi, serta pos Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang turun 18 persen menjadi Rp257 miliar.
Alhasil, laba sebelum pajak CFIN meningkat 33 persen menjadi Rp132 miliar. Dengan beban pajak yang meningkat seiring kenaikan keuntungan, laba bersih perseroan tumbuh 27 persen menjadi Rp102 miliar.
Sementara itu, arus kas CFIN cenderung stabil dengan arus kas dari aktivitas operasi tumbuh 5 persen menjadi Rp367,9 miliar. Dalam enam bulan, posisi kas naik 154 persen menjadi Rp70,1 miliar.
Per 30 Juni, aset CFIN turun 3 persen menjadi Rp9,27 triliun imbas penurunan piutang. Adapun liabilitas juga turun 4 persen seiring dengan penurunan pada utang bank dan utang usaha.
Pada periode yang sama, ekuitas CFIN juga turun 2 persen menjadi Rp5,69 triliun seiring dengan penurunan saldo laba menjadi Rp4,28 triliun.
(Rahmat Fiansyah)