Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga komoditas global, khususnya energi dan biaya logistik. Perseroan mengantisipasi adanya peningkatan biaya transportasi serta potensi kenaikan harga bahan baku tertentu.
Namun hingga saat ini, dampak terhadap biaya operasional masih belum signifikan. Manajemen menegaskan, akan terus melakukan pemantauan secara aktif terhadap pergerakan harga komoditas global.
Untuk menjaga stabilitas bisnis, perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, antara lain diversifikasi pemasok dengan fokus pada sumber lokal dan regional, optimalisasi manajemen persediaan, efisiensi biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan, serta penyesuaian strategi pemasaran guna menjaga permintaan.
(DESI ANGRIANI)