IDXChannel - Pasokan global asam sulfat terganggu akibat blokade di Selat Hormuz. Hal ini membuat harga asam sulfat naik tajam.
Dikutip dari Wall Street Journal, Minggu (10/5/2026), asam sulfat digunakan untuk memproduksi pupuk, serta untuk melarutkan tembaga dan logam lainnya. Sebagian besar pasokan asam tersebut berasal dari kilang minyak di kawasan Teluk Persia.
"Ancaman terhadap pasar pupuk mendorong China, produsen asam terbesar di dunia, untuk membatasi ekspor bulan ini," kata Pakar pasar sekaligus Head Acuity Commodities, Freda Gordon.
"Langkah tersebut menyebabkan harga naik dan semakin memperburuk kekurangan asam sulfat," lanjutnya.
Bloomberg melaporkan, China sedang mempertimbangkan larangan ekspor asam sulfat mulai Mei 2026 akibat gangguan pasokan di tengah konflik Timur Tengah.