sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dana Kelolaan Ashmore (AMOR) Capai Rp32,4 Triliun, Tumbuh 35 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
16/07/2026 15:40 WIB
PT Ashmore Asset Mangement Indonesia Tbk (AMOR) melaporkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp32,4 triliun.
PT Ashmore Asset Mangement Indonesia Tbk (AMOR) melaporkan dana kelolaan hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp32,4 triliun. (Foto: Ist)
PT Ashmore Asset Mangement Indonesia Tbk (AMOR) melaporkan dana kelolaan hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp32,4 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Ashmore Asset Mangement Indonesia Tbk (AMOR) melaporkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp32,4 triliun. Capaian ini tumbuh 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp24,0 triliun.

Pertumbuhan tahunan yang kuat ini mencerminkan arus investasi bersih sebesar Rp11,6 triliun selama dua belas bulan terakhir, didukung oleh inisiatif pemasaran yang sukses, kepercayaan klien yang berkelanjutan, dan kemampuan investasi perusahaan yang kuat.

Kendati demikian, AUM Ashmore turun 8 persen dibandingkan akhir kuartal I-2026 yang mencapai Rp35,3 triliun. Penurunan ini terutama imbas kinerja investasi negatif sebesar Rp2,7 triliun, sedangkan pergerakan negatif arus investasi cukup terbatas hanya sebesar Rp100 miliar.

Direktur Utama PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Ronaldus Gandahusada mengatakan, meskipun kuartal terakhir di tahun keuangan ini ditandai oleh lingkungan pasar yang paling menantang dalam beberapa tahun terakhir, bisnis utama perseroan terus menunjukkan ketangguhan. 

"Penurunan AUM selama kuartal tersebut sebagian besar didorong oleh kinerja pasar yang negatif, sementara arus investasi klien secara umum tetap stabil. Lebih dari itu, selama satu tahun terakhir Ashmore membukukan pertumbuhan AuM sebesar 35,3 persen year-on-year, didukung oleh arus investasi bersih sebesar Rp11,6 triliun dan kepercayaan yang berkelanjutan pada kemampuan investasi kami," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).

Sepanjang kuartal II-2026, kondisi pasar modal Indonesia dinilainya sangat menantang dikarenakan meningkatnya kekhawatiran fiskal domestik, arus keluar modal asing yang terus-menerus, dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengurangi sentimen investor. Sementara itu, rupiah terdepresiasi sebesar 4,9 persen terhadap dolar AS dalam periode yang sama, sehingga menjadi dasar bagi Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen.

Ronaldus menegaskan, tim investasi Ashmore terus mengungguli masing-masing benchmark di tengah volatilitas pasar yang tinggi, menunjukkan nilai tambah perseroan melalui implementasi yang konsisten dari pendekatan investasi aktif. Selama satu tahun terakhir, strategi ekuitas Ashmore mengungguli benchmark masing-masing rata-rata sebesar 11,4 persen, sedangkan strategi pendapatan mengungguli benchmark sebesar 1,2 persen.

Perseroan juga terus mempertahankan kedisiplinan atas pengelolaan biaya dan di saat yang bersamaan juga berinvestasi secara selektif untuk terus mendukung pertumbuhan ke depannya, memperkuat komitmennya untuk meuntuk memberikan nilai tambah jangka panjang yang berkelanjutan bagi klien dan pemegang saham.

"Ke depannya, perseroan akan tetap fokus pada penyampaian hasil investasi jangka panjang yang unggul, mempertahankan manajemen biaya yang disiplin, dan memperkuat basis klien kami. Fundamental ini memosisikan Ashmore dengan baik untuk memanfaatkan peluang seiring stabilnya kondisi pasar dan kembalinya kepercayaan investor," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement