Sepanjang kuartal II-2026, kondisi pasar modal Indonesia dinilainya sangat menantang dikarenakan meningkatnya kekhawatiran fiskal domestik, arus keluar modal asing yang terus-menerus, dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengurangi sentimen investor. Sementara itu, rupiah terdepresiasi sebesar 4,9 persen terhadap dolar AS dalam periode yang sama, sehingga menjadi dasar bagi Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen.
Ronaldus menegaskan, tim investasi Ashmore terus mengungguli masing-masing benchmark di tengah volatilitas pasar yang tinggi, menunjukkan nilai tambah perseroan melalui implementasi yang konsisten dari pendekatan investasi aktif. Selama satu tahun terakhir, strategi ekuitas Ashmore mengungguli benchmark masing-masing rata-rata sebesar 11,4 persen, sedangkan strategi pendapatan mengungguli benchmark sebesar 1,2 persen.
Perseroan juga terus mempertahankan kedisiplinan atas pengelolaan biaya dan di saat yang bersamaan juga berinvestasi secara selektif untuk terus mendukung pertumbuhan ke depannya, memperkuat komitmennya untuk meuntuk memberikan nilai tambah jangka panjang yang berkelanjutan bagi klien dan pemegang saham.
"Ke depannya, perseroan akan tetap fokus pada penyampaian hasil investasi jangka panjang yang unggul, mempertahankan manajemen biaya yang disiplin, dan memperkuat basis klien kami. Fundamental ini memosisikan Ashmore dengan baik untuk memanfaatkan peluang seiring stabilnya kondisi pasar dan kembalinya kepercayaan investor," katanya.
(Rahmat Fiansyah)