IDXChannel - Aset kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana tercatat menyentuh Rp937,44 triliun hingga Oktober 2025.
Dalam sistem S-INVEST milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), angka ini naik 16,47 persen year-to-date (ytd), dan tumbuh 5,23 persen dari September 2025 yang mencapai Rp890,85 triliun.
Kontrak Pengelolaan Dana atau Discretionary Fund tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap total AUM.
Nilai aset pada kategori ini mencapai Rp291,06 triliun pada Oktober 2025, menjadikannya instrumen dengan porsi terbesar di dalam S-INVEST.
Produk reksa dana pendapatan tetap menempati posisi kedua dengan nilai AUM sebesar Rp223,91 triliun. Kategori ini juga menjadi salah satu penyumbang utama terhadap kenaikan total aset kelolaan.
Di bawahnya, Capital Protected Fund tercatat memiliki nilai AUM sebesar Rp125,81 triliun.
Sementara itu, reksa dana pasar uang mencatatkan total aset kelolaan sebesar Rp122,17 triliun per Oktober 2025. Kedua kategori ini menjadi penopang tambahan dalam struktur AUM S-INVEST.
Nilai aset reksa dana saham tercatat sebesar Rp68,22 triliun pada periode yang sama. Produk saham berada di bawah kategori pendapatan tetap dan pasar uang dalam hal kontribusi nilai terhadap total AUM.
Selain itu, reksa dana campuran dan reksa dana indeks juga memberikan tambahan terhadap keseluruhan aset kelolaan meskipun porsinya lebih kecil.
Laporan KSEI turut mencatat aset kelolaan pada produk Exchange Traded Fund (ETF) dan instrumen lainnya yang juga termasuk dalam S-INVEST.
Masing-masing kategori tersebut memiliki besaran aset kelolaan yang lebih kecil dibandingkan kelompok utama. (Wahyu Dwi Anggoro)