Sebagai informasi, GIAA membuka opsi aksi korporasi lanjutan usai melaksanakan inbreng aset Angkasa Pura Indonesia ke GMF AeroAsia (GMFI) melalui penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue tahap kedua.
"Ke depan, sejalan dengan roadmap aksi korporasi 2026 dalam penguatan kinerja bisnis secara group, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi korporasi lanjutan guna memperkuat kinerja bisnis Grup," ujar Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/11/2025).
Harga saham GIAA ditutup turun 3 poin atau 3,06 persen ke level Rp95 per saham pada Kamis 15 Januari 2026.
(Dhera Arizona)