Meredanya ketegangan geopolitik tersebut mendorong sentimen risk-on global. Bursa saham di AS dan Eropa menguat, sementara IHSG berhasil menembus kembali level psikologis 6.000.
Stockbit menilai, tren penurunan harga minyak, ditambah kebijakan kenaikan harga Pertamax sebesar 32 persen, berpotensi mengurangi tekanan impor energi Indonesia dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap pelebaran defisit fiskal yang sebelumnya menjadi salah satu faktor pelemahan rupiah hingga sempat menembus level Rp18.000 per USD.
Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari klarifikasi Danantara mengenai peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 terkait sentralisasi ekspor komoditas strategis.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menegaskan, PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan berperan sebagai pengawas transaksi ekspor guna mencegah praktik under-invoicing dan bukan sebagai broker maupun trader yang mengambil alih kegiatan ekspor produsen.
Dony menegaskan, perusahaan tidak akan mengambil barang dari produsen untuk kemudian menjualnya kembali ke pasar.