“Buat kami di Danantara fokus kami berinvestasi, tentu salah satunya di public market. Kami ingin capital market yang lebih dalam, ini sudah kami sampaikan secara eksplisit,” katanya.
Menurut Pandu, Danantara akan menyesuaikan strategi investasinya secara proporsional apabila terjadi penurunan likuiditas di pasar akibat perubahan status Indonesia di indeks global. "Tentu kami akan berinvestasi proporsional. Apabila nanti likuiditasnya menurun, itu akan kami perhitungkan," katanya.
Di sisi lain, potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market berisiko memicu arus keluar dana asing (capital outflow) sebesar USD25-50 miliar dari pasar keuangan domestik.
"Tentu kami akan berinvestasi proposional, apabila nanti likuiditasnya menurun. Kalau untuk perubahan ke frontier market, kurang lebih USD25-50 billion outflow," katanya.
(kunthi fahmar sandy)