sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Investor Wait and See Jelang Libur Panjang Lebaran, Level IHSG 7.000 Jadi Support

Market news editor Rahmat Fiansyah
16/03/2026 07:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tantangan dalam sepekan ke depan, terutama dampak dari perang Iran dan Israel.
IHSG diperkirakan masih menghadapi tantangan dalam sepekan ke depan, terutama dampak dari perang Iran dan Israel. (Foto: iNews Media Group)
IHSG diperkirakan masih menghadapi tantangan dalam sepekan ke depan, terutama dampak dari perang Iran dan Israel. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tantangan dalam sepekan ke depan, terutama dampak dari perang Iran dan Israel yang masih terus berlangsung. Investor domestik dinilai masih akan wait and see menjelang libur panjang Lebaran.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 3,05 persen ke level 7.132. Pasar khawatir konflik di Timur Tengah akan membuat harga minyak mentah bertahan di harga tinggi dalam waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan risiko inflasi dan melebarnya defisit APBN.

Phintraco Sekuritas menilai, opsi pelebaran defisit APBN di atas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) imbas lonjakan harga minyak menjadi perhatian serius investor. Pelebaran defisit akan menciptakan konsekuensi fiskal.

"Investor sangat menantikan kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pemerintah untuk menghadapi kenaikan harga minyak mentah," kata analis Phintraco Sekuritas dikutip Senin (16/3/2026).

Presiden Prabowo menyatakan lebih cenderung akan melakukan penghematan dan efisiensi anggaran daripada memperlebar defisit APBN. Presiden menekankan, pemerintah masih menghadapi masalah kebocoran dan inefisiensi anggaran, sehingga masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement