Di tengah pekan, Bank Indonesia (BI) juga akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk menentukan suku bunga BI Rate. Bank sentral diekspektaswikan menahan BI Rate di level 4,75 persen.
"Menjelang libur panjang, investor akan cenderung bersikap wait and see. Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.000," ujarnya.
Indeks di Wall Street juga ditutup melemah pada perdagangan Jumat lalu menambah pelemahan secara mingguan. Penguatan harga minyak mentah yang berlanjut menjadi sentimen negatif, di tengah konflik AS-Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir dalam waktu dekat.
Harga minyak Brent ditutup di atas level USD100 per barel selama dua hari berturut-turut dan harga minyak WTI menguat di atas level USD98 per barel. Sedangkan harga emas melemah akibat penguatan dolar AS, kekhawatiran akan inflasi, serta memudarnya harapan penurunan suku bunga.
Perkembangan perang di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar energi masih akan memengaruhi pergerakan indeks bursa global serta berperan terhadap serangkaian keputusan kebijakan moneter dari para bank sentral. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen.
(Rahmat Fiansyah)