AALI
9750
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1355
ACES
1205
ACST
187
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
172
ADRO
2180
AGAR
362
AGII
1435
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
750
ALDO
1305
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24247.54
0.02%
+3.93
N225
27044.27
-0.32%
-87.07
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Dapat Pinjaman Rp199 M dari Biofarma, Begini Penjelasan Indofarma (INAF)

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Sabtu, 04 September 2021 10:52 WIB
PT Indofarma Tbk (INAF) diketahui telah mendapatkan pinjaman dari perusahaan induk, PT Biofarma (Persero) sebesar Rp199,86 miliar.
PT Indofarma Tbk (INAF) diketahui telah mendapatkan pinjaman dari perusahaan induk, PT Biofarma (Persero) Ilustrasi
PT Indofarma Tbk (INAF) diketahui telah mendapatkan pinjaman dari perusahaan induk, PT Biofarma (Persero) Ilustrasi

IDXChannel - PT Indofarma Tbk (INAF) diketahui telah mendapatkan pinjaman dari perusahaan induk, PT Biofarma (Persero) sebesar Rp199,86 miliar. Penandatanganan pemberian pinjaman tersebut telah dilakukan pada 31 Agustus 2021 lalu.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, pinjaman tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan kemandirian alat kesehatan, serta pengembangan obat herbal. Pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun dengan memperhatikan perjanjian Perseroan dengan perbankan.

"Perseroan menyakini bahwa pelaksanaan transaksi dengan pihak terafiliasi lebih menguntungkan bagi pemegang saham dibandingkan dengan pelaksanaan transaksi dengan pihak tidak terafiliasi karena waktu pelaksanaan yang lebih singkat dan efisiensi yang lebih tinggi. Mengingat ketidakpastian sehubungan dengan COVID-19 dan durasi serta tingkat dampak dari COVID-19, transaksi serupa dengan pihak tidak terafiliasi dapat memakan waktu lebih lama untuk dilaksanakan," tulis keterangan manajemen INAF dikutip, Sabtu (4/9/2021).

Nilai keseluruhan dari transaksi adalah sebesar 46,44 persen dari ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan perseroan. Adapun pinjaman ini memiliki bunga nol persen untuk tahun ke-1 hingga tahun ke-9, dan 7,99 persen per tahun untuk tahun ke-10 jika posisi cashflow perseroan sudah membaik. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap kuartal pada tahun ke-10.

Untuk menghindari keragu-raguan dalam hal sampai dengan Tahun ke-10 cashflow Perseroan masih belum membaik, maka atas Pinjaman Perseroan diberikan bunga sebesar 0 persen

Perseroan berkeyakinan bahwa transaksi yang dilakukan akan mendatangkan banyak manfaat bagi Perseroan di kemudian hari, diantaranya, memberikan nilai tambah strategis terhadap Perseroan dan diharapkan dapat mendukung Perseroan dalam membantu mempercepat penanganan pandemi COVID-19.

Kemudian, memberikan manfaat yang signifikan bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan serta menegaskan komitmen Perseroan untuk berkontribusi dalam membangun ketahanan sektor kesehatan nasional, dan meningkatkan brand image Perseroan kepada pihak eksternal karena telah mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD