Data tersebut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury. Yield Treasury tenor dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga naik ke level tertinggi sejak Januari 2025, yakni 4,377 persen. Sementara itu, yield Treasury 10 tahun meningkat lebih dari 2 basis poin menjadi 4,784 persen.
Kenaikan yield turut menekan harga emas spot yang turun 2,2 persen ke level USD4.376 per troy ounce. Sebaliknya, harga minyak menguat tipis di tengah kembali berlangsungnya aksi militer AS dan Iran.
Pasar AS sendiri akan tutup pada Senin (7/9) untuk memperingati Hari Buruh (Labor Day).
Setelah libur tersebut, investor akan kembali mencermati data inflasi AS Agustus yang dijadwalkan dirilis pada 11 September.
Inflasi diperkirakan meningkat menjadi 0,4 persen secara bulanan (month-to-month/MoM) dari 0,1 persen pada bulan sebelumnya.