IDXChannel - Cadangan devisa Jepang mencatatkan penurunan terbesar sepanjang sejarah pada Agustus 2026, di tengah upaya Tokyo untuk menahan pelemahan nilai tukar mata uang yen.
Dilansir dari CNA pada Senin (7/9/2026), Tokyo baru-baru ini menjalankan intervensi berskala besar di pasar mata uang.
Menurut data Kementerian Keuangan Jepang, cadangan devisa berada di angka USD1,208 triliun (Rp21.300 triliun) pada akhir Agustus.
Jumlahnya berkurang sebanyak USD79,6 miliar (Rp1.400), atau 6,18 persen, dari USD1,287 triliun (Rp22.700 triliun) pada bulan sebelumnya.
Penurunan tersebut dipimpin oleh penurunan sekuritas asing, yang sebagian besar berupa obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).