IDXChannel - Mata uang Asia diperdagangkan variatif pada Senin karena dolar bertahan di dekat level tertinggi dalam dua minggu. Hal itu terjadi menyusul komentar bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh.
Dolar menguat setelah Warsh menyatakan bahwa The Fed memiliki "pekerjaan yang harus dilakukan" jika para pembuat kebijakan gagal mendapatkan keyakinan bahwa inflasi sedang kembali ke target 2 persen. Indeks Dolar AS berada di kisaran 99,6, tidak banyak berubah setelah naik 0,6 persen pada Jumat pekan lalu.
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dua minggu saat Warsh memicu spekulasi kenaikan suku bunga. Komentar Warsh mendorong probabilitas kenaikan suku bunga bulan September—berdasarkan perkiraan pasar—menjadi sekitar 57 persen, sementara imbal hasil obligasi Treasury tenor dua tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan di dekat 4,33 persen.
Hal ini memberikan dorongan baru bagi dolar AS setelah mata uang tersebut berada di bawah tekanan hampir di sepanjang Agustus.
Pasar kini beralih memantau data AS yang akan dirilis untuk mendapatkan konfirmasi mengenai langkah The Fed selanjutnya. Laporan nonfarm payrolls pada Jumat mendatang diperkirakan menunjukkan pemulihan sebanyak 58.000 lapangan kerja setelah penurunan tak terduga sebesar 23.000 pada Juli, dengan tingkat pengangguran diprediksi tetap di angka 4,1 persen. Data inflasi konsumen yang dijadwalkan rilis pada 11 September akan menjadi ujian penting lainnya.