Yuan Stabil di tengah Data PMI China yang Lemah
Di sisi lain, yuan menunjukkan reaksi minim terhadap data terbaru China. Pasangan USD/CNY (pasar domestik/onshore) turun 0,09 persen ke level 6,7200, sementara pasangan USD/CNH (pasar luar negeri/offshore) melemah 0,14 persen ke level 6,7209.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur resmi China naik menjadi 49,8 pada Agustus dari 49,2 pada Juli, namun tetap berada di bawah angka 50, yang mengindikasikan bahwa aktivitas pabrik masih mengalami kontraksi. Reaksi yuan yang minim menunjukkan bahwa data tersebut tidak memberikan banyak dukungan baru bagi mata uang tersebut.
Di tempat lain, pasangan USD/INR turun 0,14 persen ke level 95,232, sementara pasangan USD/THB melemah tipis 0,03 persen ke level 33,110. Pasangan USD/PHP naik 0,07 persen ke level 62,402 dan pasangan USD/MYR menguat 0,15 persenke level 4,0279.
Pasangan USD/KRW turun 0,5 persen ke level 1.370,02, sedangkan pasangan USD/SGD tidak banyak berubah di level 1,2728. Dolar Australia juga melemah, dengan pasangan USD/AUD naik tipis 0,1 persen ke level 1,3970.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (31/8/2026), turun 29 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp17.722 per dolar AS.