sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Data Domestik hingga Konflik Iran Jadi Sorotan Investor Pekan Ini

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
07/09/2026 11:35 WIB
Sejumlah katalis domestik dan global akan menjadi perhatian investor di pasar keuangan dalam sepekan ke depan.
Data Domestik hingga Konflik Iran Jadi Sorotan Investor Pekan Ini. (Foto: Magnific)
Data Domestik hingga Konflik Iran Jadi Sorotan Investor Pekan Ini. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Sejumlah katalis domestik dan global akan menjadi perhatian investor di pasar keuangan dalam sepekan ke depan.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), perkembangan konflik Iran-Kuwait, hingga rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi arah pasar.

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset Week Ahead: Key Catalysts menyebut RDG BI pada 22-23 September 2026 sebagai salah satu agenda utama yang akan dicermati investor. Rapat tersebut juga menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti sebagai Gubernur BI definitif.

Konsensus pasar saat ini memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati sinyal kebijakan BI ke depan, terutama di tengah dinamika inflasi dan nilai tukar rupiah.

Di pasar global, perkembangan eskalasi konflik Iran-Kuwait menjadi swing factor utama.

Skala dan durasi konflik berpotensi menentukan pergerakan harga minyak Brent, kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM), inflasi, hingga kalkulasi kebijakan moneter BI.

Perhatian investor juga tertuju pada sejumlah data ekonomi AS menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 16 September 2026.

Data indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) AS akan menjadi indikator penting untuk melihat arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Sebelumnya, bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Jumat (4/9/2026) setelah data ketenagakerjaan menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan.

Menurut Phintraco Sekuritas, nonfarm payrolls (NFP) AS bertambah 162 ribu pada Agustus 2026, jauh di atas konsensus sebesar 53 ribu, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.

Data tersebut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury. Yield Treasury tenor dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga naik ke level tertinggi sejak Januari 2025, yakni 4,377 persen. Sementara itu, yield Treasury 10 tahun meningkat lebih dari 2 basis poin menjadi 4,784 persen.

Kenaikan yield turut menekan harga emas spot yang turun 2,2 persen ke level USD4.376 per troy ounce. Sebaliknya, harga minyak menguat tipis di tengah kembali berlangsungnya aksi militer AS dan Iran.

Pasar AS sendiri akan tutup pada Senin (7/9) untuk memperingati Hari Buruh (Labor Day).

Setelah libur tersebut, investor akan kembali mencermati data inflasi AS Agustus yang dijadwalkan dirilis pada 11 September.

Inflasi diperkirakan meningkat menjadi 0,4 persen secara bulanan (month-to-month/MoM) dari 0,1 persen pada bulan sebelumnya.

Menjelang pertemuan The Fed, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga juga menjadi perhatian.

Pemerintahan Donald Trump disebut berupaya mencegah kenaikan tersebut, salah satunya dengan mengancam menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mencatat surplus perdagangan dengan AS apabila The Fed tidak menurunkan suku bunga.

Selain kebijakan The Fed, investor global akan memantau arus pengiriman minyak di kawasan Teluk Persia menyusul kembali meningkatnya ketegangan AS-Iran.

Di Eropa, European Central Bank (ECB) juga diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan pada 10 September 2026.

Dari dalam negeri, sejumlah data ekonomi akan menjadi perhatian investor, mulai dari indeks keyakinan konsumen pada 9 September, penjualan ritel pada 10 September, hingga penjualan mobil pada 11 September.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,11 persen ke 6.629 pada Senin (7/9), usai ditutup terkoreksi 0,47 persen ke level 6.636 pada perdagangan Jumat (4/9) pekan lalu.

Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi bergerak sideways pada pekan ini. Indikator Stochastic RSI berada di area overbought, meskipun histogram MACD masih bertahan di area positif.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.500-6.750 sepanjang pekan ini.

Untuk saham pilihan, Phintraco Sekuritas merekomendasikan JPFA, INET, PTRO, CUAN, dan EMAS sebagai top picks pekan ini. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement