Perseroan juga melaporkan bahwa seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana penggunaan yang telah disampaikan kepada regulator dan pemegang saham. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja Perseroan.
Kambiyanto menegaskan komitmen manajemen untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik.
"Fokus utama manajemen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan modal. Kami berkomitmen menjalankan strategi yang memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," tuturnya.
Di tengah dinamika ekonomi global dan persaingan industri yang semakin kompetitif, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja usaha yang solid sepanjang tahun 2025. DEPO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,88 triliun, meningkat 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,82 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan organik di berbagai wilayah operasional Perseroan, dengan kontribusi pertumbuhan terbesar berasal dari Bali.