
Kendati demikian, dari emiten-emiten LQ45 yang telah disebutkan di atas, terdapat tiga emiten yang mencatatkan penurunan laba bersih di periode ini.
Emiten tersebut salah satunya, yakni UNVR yang laba bersihnya terkontraksi 6,83 persen menjadi Rp5,36 triliun pada 2022.
Sedangkan, dua emiten lainnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga mencatatkan penurunan laba bersih masing-masing sebesar 12,39 persen dan 13,85 persen.
Menurut laporan keuangan emiten, laba bersih SIDO merosot menjadi Rp1,10 triliun pada 2022. Sedangkan, laba bersih EXCL juga ikut turun menjadi Rp1,11 triliun di periode ini.
Periset: Melati Kristina
(ADF)