Berbeda dengan trio saham bank pelat merah, saham bank Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,88 persen.
Saham emiten konglomerat juga membebani indeks, seperti emiten tambang Grup Salim AMMN yang merosot 3,62 persen, induk ritel Indomaret DNET tergerus 2,16 persen, dan emiten produsen mi instan ICBP memerah 0,72 persen.
Demikian pula, saham emiten energi Grup Sinarmas DSSA terdepresiasi 1,92 persen dan emiten telekomunikasi BUMN TLKM minus 2,81 persen. Saham otomotif raksasa ASII juga lesu, melorot 0,44 persen.
Pengamat pasar modal, Michael Yeoh, menjelaskan bahwa sentimen pasar masih sama.
“Rentetan kejadian global dan dalam negeri tidak memberikan katalis positif apa-apa untuk market [pasar saham],” kata Michael kepada IDXChannel.com, Selasa (25/2/2025).