Aksi atraktif penabuh drum besar (snare/bass drum) di barisan ini sukses menyedot perhatian dan memberi warna dinamis di tengah prosesi yang sakral.
Menjelang barisan utama, tampak deretan pembawa bendera daerah yang tampil mengagumkan mengenakan pakaian adat dari berbagai pelosok Nusantara. Tepat di belakang mereka, sebuah kereta kencana megah yang ditarik puluhan kuda lengkap dengan penunggangnya menjadi pusat perhatian utama.
Kereta kencana tersebut membawa Bendera Pusaka Merah Putih beserta Teks Proklamasi. Dua anggota Paskibraka penampil pembawa baki duduk anggun di dalam kereta. Dengan senyum tenang dan penuh percaya diri, keduanya memegang erat baki tempat bendera pusaka disemayamkan sebelum diserahkan pada upacara utama.
Prosesi kirab ini ditutup oleh iring-iringan lanjutan pembawa bendera berpakaian adat daerah serta jajaran kendaraan taktis (ranttis) militer yang mengawal barisan paling belakang.
Antusiasme warga dan pengguna jalan di sepanjang rute tak terbendung. Banyak warga yang sengaja datang sejak pagi maupun pengguna jalan yang menghentikan laju kendaraannya demi mengabadikan momen bersejarah ini.
Layar telepon genggam warga terus mengudara sepanjang jalur Monas hingga Medan Merdeka Barat untuk mengabadikan detik-detik perjalanan Sang Saka menuju Istana Negara.
(Nur Ichsan Yuniarto)