IDXChannel - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dinilai mulai memasuki fase pertumbuhan baru setelah strategi internalisasi armada mulai meningkatkan profitabilitas, sementara tambahan proyek baru diperkirakan hampir menggandakan volume pekerjaan dalam beberapa tahun ke depan.
Melihat prospek tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) sekaligus menaikkan target harga saham DEWA menjadi Rp550 dari sebelumnya Rp300 per unit.
Dalam riset yang diterbitkan Jumat (31/7/2026), BRI Danareksa menyebut kinerja kuartal I-2026 menjadi bukti awal keberhasilan strategi internalisasi armada alat berat.
Total pengupasan lapisan tanah penutup (overburden/OB removal) naik 9 persen secara tahunan menjadi 38 juta bank cubic meter (bcm).
Porsi pekerjaan yang dikerjakan menggunakan armada sendiri juga meningkat menjadi 77 persen pada kuartal I-2026, dibandingkan 62 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Strategi tersebut mendorong EBITDA naik 16 persen secara tahunan menjadi Rp442 miliar.
Seiring peningkatan efisiensi operasional, margin EBITDA ikut melebar menjadi 28,5 persen dari sebelumnya 24,1 persen.
Menurut BRI Danareksa, kenaikan margin tersebut merupakan hasil nyata pertama dari strategi internalisasi armada yang dijalankan perseroan.
Ke depan, pertumbuhan DEWA diperkirakan semakin kuat dengan masuknya sejumlah proyek baru.
Proyek Sebuku diproyeksikan menyumbang sekitar 8 juta bcm pengupasan overburden pada tahap awal, sebelum meningkat menjadi sekitar 27 juta bcm pada tahun buku 2027.
Proyek ini juga menawarkan tarif awal sekitar USD2,8 per bcm yang lebih tinggi karena cakupan layanannya lebih luas.
Selain Sebuku, BRI Danareksa melihat peluang tambahan proyek lain yang berpotensi menambah hingga 70 juta bcm volume pekerjaan mulai 2027.
Dengan tambahan tersebut, total volume pengupasan overburden DEWA diperkirakan melonjak menjadi sekitar 232 juta bcm, jauh di atas proyeksi sebelumnya sebesar 144 juta bcm.
Untuk mendukung ekspansi, belanja modal (capex) diperkirakan meningkat menjadi Rp3,26 triliun pada 2027 dan Rp5,20 triliun pada 2028.
Meski demikian, rasio utang bersih terhadap EBITDA diproyeksikan tetap berada di kisaran 0,9-1,5 kali hingga 2030, sehingga ruang pendanaan dinilai masih memadai.
BRI Danareksa juga merevisi naik proyeksi laba bersih DEWA.
Estimasi laba bersih tahun buku 2026, 2027, dan 2028 masing-masing dinaikkan sebesar 36 persen, 130 persen, dan 141 persen untuk mencerminkan kontribusi proyek-proyek baru.
Laba bersih DEWA diperkirakan mencapai Rp748 miliar pada 2026 dan melonjak menjadi Rp1,52 triliun pada 2027, atau tumbuh sekitar 104 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Valuasi saham DEWA juga dinilai masih menarik meski diperdagangkan pada 17,8 kali price-to-earnings (PE) forward.
Menurut BRI Danareksa, premi valuasi tersebut layak diberikan karena didukung volume pekerjaan yang tetap kuat dari dua unit usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) KPC dan Arutmin, pipeline pertumbuhan yang solid, serta potensi pembukaan nilai (value unlock) dari anak usaha DEWA, GMR. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.