AALI
9400
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2490
ACES
720
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
745
ADMF
8150
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
117
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
1575
AKRA
1195
AKSI
268
ALDO
775
ALKA
288
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.40
-0.87%
-4.70
IHSG
7052.80
-0.71%
-50.08
LQ45
1000.47
-0.82%
-8.24
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 1,894
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

Dibayangi Omicron, Saham Emiten Farmasi Bergerak Mixed

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 04 Februari 2022 10:08 WIB
Pada awal perdagangan Jumat (4/2/2022), beberapa saham farmasi terpantau bergerak mixed.
Dibayangi Omicron, Saham Emiten Farmasi Bergerak Mixed (Dok.MNC Media)
Dibayangi Omicron, Saham Emiten Farmasi Bergerak Mixed (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Saham-saham emiten farmasi terlihat masih kuat menahan kenaikan kasus Covid-19 sepekan ini. Di awal perdagangan Jumat (4/2/2022), beberapa saham farmasi terlihat bergerak mixed, ada yang naik dan turun akibat varian Omicron yang masih membayangi sentimen pasar global.

Berikut hasil pantauan saham farmasi di sektor kesehatan, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.21 WIB.

Kimia Farma (KAEF), -0,45%, ke Rp 2.210 per saham

Kalbe Farma (KLBF), +0,90% ke Rp1.675 per saham

Indofarma (INAF), +0,96%, ke Rp 2.100 per saham

Itama Ranoraya (IRRA), +0,28%, ke Rp 1.775 per saham

Pyridam Farma (PYFA), -0,49%, ke Rp 1.015 per saham

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), 0%, di Rp 935 per saham

Phapros (PEHA), +0,90%, ke Rp 1.120 per saham

Tempo Scan Pacific (TSPC), +0,66% ke Rp1.535 per saham

Untuk saham KAEF, sepekan ini mengalami terus penguatan dengan level tertingginya ada di Rp2.250. Senada, untuk KLBF juga terlihat terus menghijau dan level tertinggi selama sepekan ada di Rp1.680.

Sedangkan INAF dan IRRA berhasil rebound setelah bergerak di zona merah dalam seminggu ini.

Dengan demikian, terlihat bahwa investor memborong saham-saham farmasi di tengah terjadinya lonjakan kasus Covid-19, termasuk Omicron secara global.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD