Sementara EBITDA tercatat sebesar Rp34,83 miliar dan laba bersih mencapai Rp22,09 miliar. Bagi Agung, kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas kinerja merupakan hasil dari pendekatan adaptif dan penguatan layanan inti.
"“Kami terus mengembangkan jaringan hotel, memperluas kerja sama dengan mitra, serta berfokus pada penyediaan layanan bernilai tambah bagi jamaah. Strategi ini terbukti mampu menjaga pertumbuhan meski di tengah tantangan global," ujar Agung.
Di lain pihak, Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, pada saat yang sama juga menegaskan bahwa Perseroan telah menerapkan langkah mitigasi mendalam demi menyikapi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
Langkah mitigasi tersebut menjadi hal paling penting dan krusial bagi HAJJ, guna dapat menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah dalam setiap layanan yang diberikan.
"Sejauh ini, dengan segala mitigasi yang telah dilakukan, kami bisa sampaikan bahwa dampak dinamika geopolitik terhadap kinerja Perseroan masih relatif minim," ujar Saipul.