Hal ini sesuai dengan langkah transformatif Danantara Indonesia dan Telkom Group, di mana MTEL terus berevolusi dari perusahaan menara menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi melalui pengembangan solusi fiber, Fixed Wireless Access (FWA), hingga Power-as-aService (PaaS).
Strategi ini disebut Theodorus terbukti telah memperkuat posisi Perseroan dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Perseroan.
Sedangkan dari sisi operasional, MTEL juga semakin memperkokoh kepemimpinannya sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Hingga Semester I-2026, Perseroan mengelola 40.563 menara, dengan 59 persen berada di luar Pulau Jawa sebagai wilayah pertumbuhan utama.
Strategi ekspansi tersebut berhasil mendorong kolokasi tumbuh 10,3 persen (YoY) menjadi 23.303 tenant, sehingga meningkatkan tenancy ratio menjadi 1,57x.
"Peningkatan ini mencerminkan optimalisasi aset yang semakin tinggi sekaligus meningkatnya kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel," ujar Theodorus.