Selain itu, beban usaha Phapros pada Januari-Maret 2026 hanya naik 7,35 persen. Arus kas perusahaan per 31 Maret 2026 positif naik 289 persen menjadi sebesar Rp37,2 miliar. Saldo kas di akhir periode juga naik 165 persen dibanding akhir Maret 2025.
"Menyikapi dampak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga bahan dan biaya, kami sudah melakukan mitigasi risiko dengan kontrak pembelian sejak awal tahun dan terus memantau perkembangan agar tetap adaptif. Tujuannya agar target penjualan, biaya dan laba bersih hingga akhir tahun sesuai RKAP bisa diamankan,” ujar Ida.
(DESI ANGRIANI)