Diversifikasi tersebut tidak menggantikan bisnis komponen otomotif yang selama ini menjadi fondasi PART. Perseroan tetap melihat bisnis otomotif memiliki prospek pertumbuhan positif, sementara bisnis non-otomotif dikembangkan sebagai complementary growth engine yang diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan utilisasi kemampuan fabrikasi perseroan, dan memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan dan laba.
Dia menyampaikan, dampak strategi tersebut mulai tercermin dalam proyeksi kinerja keuangan perseroan. Pada 2026, PART memproyeksikan pendapatan sebesar Rp413,62 miliar, meningkat sekitar 11,91 persen dibandingkan pendapatan 2025 sebesar Rp369,59 miliar.
Pertumbuhan laba diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Laba bersih 2026 diproyeksikan mencapai Rp44,16 miliar, meningkat sekitar 46,18 persen dibandingkan laba bersih 2025 sebesar Rp30,21 miliar.
Perbaikan tersebut juga diperkirakan tercermin pada profitabilitas perseroan. Margin laba bersih diproyeksikan meningkat dari 8,17 persen pada 2025 menjadi 10,68 persen pada 2026, sedangkan margin laba usaha diproyeksikan meningkat dari 10,99 persen menjadi 14,12 persen.