Penurunan nilai dolar Australia terjadi karena data CPI bulanan Australia berada di bawah perkiraan konsensus, sehingga meredam ekspektasi pasar akan pengetatan kebijakan lebih lanjut dalam waktu dekat oleh Reserve Bank of Australia (RBA).
Data inflasi yang lebih rendah ini muncul hanya sehari setelah RBA menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin—langkah yang telah diantisipasi secara luas—sehingga membawa suku bunga tersebut ke level tertinggi dalam 15 tahun di angka 4,60 persen.
Karena pasar telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga RBA pada Selasa tersebut, mata uang ini tidak mampu bertahan menghadapi menyempitnya selisih suku bunga dibandingkan dengan imbal hasil (yield) obligasi AS yang tinggi, sehingga membuat dolar Australia rentan terhadap sentimen penghindaran risiko (risk aversion) yang meluas di pasar mata uang regional. (Febrina Ratna Iskana)