Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan tinggi di level 4,5937 persen, sementara yield obligasi tenor 30 tahun juga tetap berada di atas level psikologis 5 persen.
Dolar Selandia Baru menguat 0,4 persen ke USD0,5860, mencapai level tertinggi sejak awal Juni setelah data inflasi yang kuat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dolar Australia juga menguat tipis ke USD0,7001.
Sementara itu, survei Bank Sentral Eropa (ECB) pada Senin menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di kawasan euro memperkirakan kenaikan harga jual akan berlangsung lebih moderat. ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pekan ini, namun tingginya harga minyak mendorong spekulasi bahwa suku bunga deposito sebesar 2,25 persen masih berpotensi kembali dinaikkan pada September.
Di tempat lain, dolar Kanada stabil setelah sebelumnya merosot ke level terendah dalam satu bulan. Pelemahan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen terhadap berbagai produk asal Kanada sebagai respons atas tuduhan “perlakuan diskriminatif” dari pemerintah Kanada.
(NIA DEVIYANA)