Pada 10 Februari lalu, CNKO melalui EBI juga telah menyetor modal sebesar Rp32,7 miliar kepada SRI. Sebelum dua kali suntikan modal tersebut, modal dasar dan modal ditempatkan SRI tercatat sebesar Rp3 miliar.
Dengan tambahan itu, struktur permodalan SRI kini meningkat signifikan guna mendukung pengembangan usaha.
Secara operasional, Energi Group melalui SRI memiliki konsesi tambang batu bara seluas 2.659 hektare yang tersebar di Desa Santilik dan Desa Santing, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Lokasi tambang tersebut berjarak sekitar 180 kilometer dari Sampit.
Selain SRI, perseroan juga mengelola konsesi melalui PT Abe Jaya Perkasa (AJP) seluas 3.467 hektare di Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah. Konsesi tersebut berada di Desa Kandul dan Desa Majangkan, Kecamatan Gunung Timang, sekitar 150 kilometer dari Palangkaraya.
Selama ini, CNKO berfokus pada pasokan batu bara ke PT PLN (Persero) dengan menjaga kualitas, kuantitas, serta ketepatan waktu pengiriman. Perseroan juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 14 MW di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.