Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra sebelumnya menjelaskan, alasan perseroan melakukan stock split karena harga saham DSSA saat ini sangat tinggi, sehingga nilai pembelian untuk satu lot (100 saham) hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor.
"Hal ini berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan," katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (30/1/2026).
Dengan stock split, kata Susan, diharapkan dapat meningkatkan jumlah saham beredar, sehingga menjadikan harga per saham menjadi lebih terjangkau untuk banyak investor. Dengan basis investor yang lebih luas, jumlah pemegang saham juga akan semakin banyak sehingga dapat memperkuat struktur pemegang saham.
Selain itu, volume perdagangan saham juga akan makin aktif, yang pada akhirnya menciptakan persepsi yang lebih positif atas prospek dan kinerja perseroan di masa yang akan datang.
Dengan rasio 1:25, jumlah saham DSSA akan naik dari 7,7 miliar menjadi 192,6 miliar saham. Di samping itu, nilai nominal saham juga mengecil dari Rp25 menjadi Rp1.