sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dukung Industri Dalam Negeri, SIG (SMGR) Belanja Suku Cadang Lokal hingga Rp809 Miliar

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
01/05/2026 22:21 WIB
langkah SIG dalam implementasi sustainable procurement yang diarahkan untuk memperkuat pemasok domestik sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing.
Dukung Industri Dalam Negeri, SIG (SMGR) Belanja Suku Cadang Lokal hingga Rp809 Miliar (foto: iNews Media Group)
Dukung Industri Dalam Negeri, SIG (SMGR) Belanja Suku Cadang Lokal hingga Rp809 Miliar (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, menegaskan dukungannya terhadap perkembangan industri domestik dengan memastikan penggunaan suku cadang mesin operasional dari hasil produksi dalam negeri.

Sepanjang 2025 lalu, misalnya, produsen semen berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mencatat nilai transaksi belanja suku cadang lokal sebesar Rp809 miliar.

Nilai transaksi tersebut meningkat tipis sebesar 2,79 persen dibanding realisasi pembelanjaan pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp787 miliar, dan bahkan tumbuh hingga 164,3 persen dari baseline 2020 sebesar Rp306 miliar.

"Langkah ini sekaligus menjadi strategi kunci kami dalam memperkuat rantai pasok nasional dan efisiensi operasi di tengah tekanan industri bahan bangunan," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya, Jumat (1/5/2026).

Demi mendukung peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara berkelanjutan, menurut Vita, pihaknya secara aktif melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM dalam negeri. Hal tersebut dilakukan untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk dalam negeri.

Dalam hal ini, Vita juga menegaskan bahwa peningkatan penggunaan produk dalam negeri tidak hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, melainkan juga bagian dari inisiatif strategis Perseroan dalam mendorong solusi dan inovasi berkelanjutan, yang menjadi salah satu pilar dalam Sustainability Road Map SIG 2030.

Vita menjelaskan, langkah SIG dalam implementasi sustainable procurement yang diarahkan untuk memperkuat pemasok domestik sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing.

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi berbasis lingkungan, sosial dan tata kelola (Environmental, Social, Governance/ESG) yang mendorong penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri mulai dari pengadaan bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri.

"Strategi ini mendukung penguatan fundamental bisnis melalui efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok berbasis sumber daya lokal, sebagai respons terhadap dinamika industri yang semakin kompetitif," ujar Vita.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan total realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) SIG sepanjang 2025 yang mencapai Rp21,79 triliun, atau setara 93,47 persen dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp23,32 triliun.

Bagi Vita, capaian ini merupakan wujud kontribusi SIG terhadap upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi global yang menantang.

Selain itu, SIG juga memperkuat daya saing produk lokal melalui inovasi, termasuk pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku domestik dan mendukung efisiensi energi serta penurunan emisi.

"Faktor keberlanjutan dan efisiensi selalu menjadi fondasi utama kami dalam menjalankan operasional Perseroan. Kami juga memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan," ujar Vita.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement