sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menyulap Sampah Jadi Berkah, Kisah Ibu Amaliyah Kurangi Limbah di Kampung Masigit

Milenomic editor Shifa Nurhaliza Putri
28/04/2026 10:49 WIB
Di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang seorang nasabah PNM Mekaar mendorong lahirnya solusi permasalahan tersebut dari tingkat akar rumput.
Menyulap Sampah Jadi Berkah, Kisah Ibu Amaliyah Kurangi Limbah di Kampung Masigit. (Foto: Doc PNM)
Menyulap Sampah Jadi Berkah, Kisah Ibu Amaliyah Kurangi Limbah di Kampung Masigit. (Foto: Doc PNM)

IDXChannel — Berbagai data menunjukan peningkatan tumpukan sampah di TPU dengan berbagai tantangannya, di tengah meningkatnya tantangan tersebut, kesadaran untuk memilah dan mengolah limbah dari rumah selaku penyumbang sampah terbesar untuk TPU menjadi hal yang semakin penting. 

Sampah yang selama ini kerap dipandang sebagai masalah, padahal sejatinya dapat diubah menjadi peluang bernilai ekonomi sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dan sosial. Di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang seorang nasabah PNM Mekaar mendorong lahirnya solusi permasalahan tersebut dari tingkat akar rumput. 

Berawal dari usaha rumahan sejak 2019, Ibu Amaliyah kini tidak hanya mengembangkan bisnisnya, tetapi juga menginisiasi pengolahan sampah yang memberikan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Perjalanan Ibu Amaliyah bersama PNM mulai berkembang pesat sejak mendapatkan pemberdayaan PNM Mekaar pada 2023. Tidak hanya memperoleh tambahan modal, ia juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan yang mendorong peningkatan kapasitas usahanya. 

Melalui PNM, ia mengembangkan brand Amalia Kitchen yakni usaha kue rumahan yang sampahnya ia olah menjadi berbagai hal seperti aroma theraphy hingga Sofa ecobrick. Seiring meningkatnya produksi, muncul tantangan berupa penumpukan sampah, yang kemudian direspons dengan langkah bijak melalui inisiasinya untuk mengajak ibu-ibu lain melakukan pemilahan serupa.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement