Sejalan dengan peningkatan kinerja laba rugi, arus kas dari aktivitas operasi juga membaik. Hingga 30 Juni 2026, arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp18,3 miliar, naik 10 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp16,7 miliar.
Kenaikan arus kas tersebut lebih disebabkan oleh efisiensi pada beban usaha yang turun hinggq 36 persen menjadi Rp10,4 miliar. Sementara penerimaan kas dari pelanggan turun 7 persen menjadi Rp46,2 miliar.
Eastparc juga menghasilkan kas dari penjualan aset digital Rp5,1 miliar yang dialihkan sebagian besar membeli aset tetap Rp3,8 miliar serta membayar dividen kepada pemegang saham senilai Rp38,8 miliar.
Dengan begitu, posisi kas dan setara kas secara neto turun Rp18 miliar dalam enam bulan terakhir menjadi Rp9,1 miliar. Angka itu belum termasuk simpanan dalam bentuk deposito sebesar Rp1,05 miliar, turun usai dicairkan Rp1,9 miliar untuk membayar dividen.
Aset Eastparc juga menyusut menjadi Rp484,9 miliar sejalan dengan penurunan pada posisi kas serta piutang. Adapun aset terbesar yang dimiliki Eastparc berupa hotel dengan valuasi Rp468,3 miliar.