Dengan begitu, laba MSIN melonjak 140 persen menjadi Rp985 miliar. Sejalan dengan itu, net profit margin meningkat tajam dari 13 persen menjadi 26 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kombinasi pertumbuhan pendapatan yang kuat di seluruh segmen bisnis serta disiplin perusahaan dalam mengendalikan biaya.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo, dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat pada Jumat (26/6/2026) mengatakan, perseroan akan berfokus pada empat pilar utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan.
"Ke depannya, strategi pertumbuhan MSIN akan berfokus pada empat pilar utama. Pertama, memperkuat posisi kepemimpinan perseroan sebagai perusahaan media digital terdepan di Asia Tenggara dengan terus meningkatkan kualitas konten, teknologi, dan basis pengguna," kata Angela.
Selain itu, MSIN akan memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra di sepanjang rantai nilai media digital guna mempercepat pertumbuhan dan memperluas monetisasi. Perseroan juga akan mendorong ekspansi global melalui platform mikrodrama V+ Short yang menyasar pasar internasional dengan model distribusi digital yang scalable.
Pilar terakhir adalah percepatan implementasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di seluruh operasional perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing.