sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonom AS Perkirakan The Fed Tahan Suku Bunga hingga September 2026

Market news editor Nia Deviyana
26/03/2026 23:30 WIB
Federal Reserve (The Fed) diperkirakan menahan suku bunga tetap stabil hingga September, menurut para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. 
Ekonom AS Perkirakan The Fed Tahan Suku Bunga hingga September 2026. Foto: Reuters.
Ekonom AS Perkirakan The Fed Tahan Suku Bunga hingga September 2026. Foto: Reuters.

IDXChannel - Federal Reserve (The Fed) diperkirakan menahan suku bunga tetap stabil hingga September, menurut para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. 

Mereka masih berekspektasi setidaknya ada satu kali penurunan suku bunga tahun ini, meskipun kekhawatiran inflasi meningkat akibat perang di Timur Tengah.

Pasar keuangan kini tidak lagi memperkirakan adanya penurunan suku bunga tahun ini, bahkan menambahkan hampir 30 persen kemungkinan kenaikan. Perang antara AS-Israel dan Iran, yang kini memasuki minggu keempat, juga telah mendorong harga minyak mentah naik lebih dari 40 persen.

Para ekonom memperkirakan dampak lanjutan (spillover) dari lonjakan harga energi akan lebih terbatas dan tidak berlangsung lama, meskipun inflasi sudah sekitar satu poin persentase di atas target 2 persen The Fed sebelum perang dimulai, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun telah naik lebih dari 55 basis poin.

Setelah mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen pekan lalu, sejumlah pejabat The Fed memberi sinyal bahwa risiko inflasi yang tinggi tetap menjadi prioritas utama, sehingga peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat sangat kecil.

Hampir tiga perempat ekonom, 61 dari 82 responden dalam survei Reuters periode 20–25 Maret memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga pada kuartal berikutnya. Ini berubah dari sekitar dua pertiga yang sebelumnya (pada dua minggu lalu) memperkirakan penurunan ke kisaran 3,25–3,50 persen pada akhir Juni.

Lebih dari dua pertiga responden (55 dari 82) memperkirakan tidak ada penurunan suku bunga setidaknya hingga September.

“Diperlukan waktu lebih lama bagi The Fed untuk yakin inflasi kembali ke jalur yang sesuai dengan target 2 persen. Kami tidak melihat itu terjadi sebelum September,” ujar ekonom senior AS di Barclays, Jonathan Millar, dilansir Reuters, Kamis (26/3/2026).

Presiden AS Donald Trump, yang telah mencalonkan Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya, berulang kali mengkritik ketua saat ini, Jerome Powell, karena tidak menurunkan suku bunga lebih cepat.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement