Manajemen menegaskan, fasilitas pembiayaan tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
"Sebaliknya fasilitas kredit ini dapat memperkuat struktur pendanaan jangka panjang DCII, terutama dalam mendukung penyelesaian proyek serta pemenuhan layanan yang telah terkontrak," tutur manajemen.
Hingga Selasa (5/5/2026), saham DCII stagnan di harga Rp198.250 dan mencatatkan koreksi 1,77 persen dalam satu bulan dan minus 9,59 persen dalam tiga bulan.
(DESI ANGRIANI)