Sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko operasional, Elnusa Petrofin menerapkan Journey Risk Management pada seluruh armada distribusi energi. Sistem ini memungkinkan identifikasi risiko perjalanan sejak tahap perencanaan rute hingga kendaraan tiba di lokasi tujuan. Setiap perjalanan dipantau secara aktif untuk memastikan potensi risiko dapat diantisipasi lebih dini sehingga keselamatan pengemudi, kendaraan, dan muatan tetap terjaga.
Perusahaan juga menerapkan program Fit to Work yang memastikan Awak Mobil Tangki (AMT) berada dalam kondisi siap kerja sebelum menjalankan tugas distribusi. Program ini didukung oleh pemanfaatan teknologi CCTV pada armada dan pusat monitoring yang memungkinkan pengawasan kondisi pengemudi secara real-time sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kelelahan dan human error.
Komitmen terhadap keselamatan transportasi energi juga diwujudkan melalui penyediaan Rest Area dan Check Point di berbagai jalur distribusi strategis. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik istirahat bagi pengemudi untuk memastikan kecukupan waktu pemulihan selama menjalankan distribusi jarak jauh, sekaligus mendukung peningkatan kewaspadaan dan keselamatan perjalanan.
Selain aspek keselamatan pengemudi, Elnusa Petrofin juga terus memperkuat keandalan armada melalui skema Maintenance Management System (MMS) dan MMS Lite yang dijalankan secara terintegrasi. Program ini didukung kerja sama strategis dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan untuk memastikan standar pemeliharaan armada tetap terjaga. Proses inspeksi harian kendaraan dilakukan secara berkala dengan dukungan ATPM dan seluruh data pemeliharaan terdokumentasi melalui aplikasi digital Operational Maintenance Information (OMI) sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
Dalam mendukung keamanan distribusi energi, perusahaan juga menerapkan sistem surveillance pada sejumlah kegiatan penyaluran di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) strategis, termasuk di wilayah Jambi, Medan, dan Pontianak. Sistem pengawasan ini menjadi bagian dari penguatan aspek security dan operational control guna memastikan seluruh aktivitas penyaluran berjalan sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku.