Total nilai estimasi kontrak ini mencapai sekitar Rp2,39 triliun sepanjang masa operasional, dengan jangka waktu charter hingga 18 tahun.
"Adalah kebanggaan sendiri bagi ELPI mengingat proyek Genting Floating Liquified Natural Gas (FLNG) berpotensi menjadi FLNG ke-9 yang beroperasi di dunia dan FLNG pertama di Indonesia dan mohon doanya seluruh kapal dapat kami realisasikan pada semester II-2027," katanya.
Direktur Keuangan ELPI Efilya Kusumadewi menyampaikan, selain untuk belanja modal, sebesar Rp190 miliar akan digunakan sebagai penyertaan modal pada perusahaan patungan yang bergerak di bidang pelayaran logistik sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha perseroan.
Selanjutnya, sebesar Rp118,30 miliar akan digunakan sebagai penyertaan saham dalam bentuk peningkatan modal pada PT ELPI Trans Cargo (ETC) guna penguatan struktur modal ETC dan mendukung kegiatan operasional kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805 yang dimenangkan oleh ETC melalui lelang yang diselenggarakan oleh Shipbid (Singapore) Shipping Exchange Pte. Ltd.
Sisa dana hasil PMHMETD I akan digunakan oleh perseroan bersama PT Ekalya Purnamasari Offshore (ELPIO) untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, termasuk mendukung operasional 101 kapal yang terdiri atas 83 kapal milik perseroan dan 18 kapal milik PT ELPIO. Penggunaan dana tersebut mencakup biaya perbaikan dan pemeliharaan armada, pengadaan bahan bakar, pembayaran premi asuransi, sertifikasi kapal, hingga kebutuhan inventaris kapal (consumable).