Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk mendukung likuiditas umum, belanja modal (capital expenditure/capex), serta modal kerja Perseroan.
Untuk tahun 2026, ELPI menganggarkan belanja modal sekitar Rp1,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 triliun akan dialokasikan untuk diversifikasi bisnis pada sektor Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) serta subsea.
Sementara itu, sekitar Rp500 miliar lainnya akan digunakan untuk pengadaan lima unit kapal Offshore Support Vessel (OSV) guna memperkuat armada operasional Perseroan.
Manajemen ELPI menyebut kedua langkah diversifikasi bisnis tersebut saat ini masih dalam tahap penjajakan dan finalisasi. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kinerja Perseroan ke depan.
Salah satu proyek yang tengah dijalankan adalah kontrak Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) yang diperoleh pada akhir Desember lalu. Kontrak tersebut memiliki nilai sekitar Rp2,39 triliun dengan durasi kerja sama selama 18 tahun dan akan melibatkan enam kapal baru.
Kontrak FLNG tersebut dijalankan melalui kerja sama antara ELPI dan PT Layar Nusantara Gas yang merupakan entitas anak dari Genting Oil and Gas asal Malaysia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi ELPI dalam mendukung pengembangan industri energi dan jasa maritim di Indonesia.
(Shifa Nurhaliza Putri)