Dengan diproduksinya jenis obat dan produk biologis tersebut di dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu menekan lonjakan biaya impor obat berharga tinggi.
“Dan harapannya, dengan biofarmasi ini, kita punya tambahan kemandirian di bidang obat-obatan yang selama ini bergantung kepada impor, dan tentunya obat-obat yang akan diproduksi ini termasuk obat-obat impor yang relatif mahal,” kata Airlangga.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menambahkan pembentukan TCBI menggabungkan kekuatan manufaktur milik Tempo Scan dengan kapasitas pengembangan produk dari SBP Group.
“Tadi Bapak Menko sudah jelaskan, bahwa ini meupakan hal yang sangat strategis untuk menambah kemandirian produksi karena manufacturing-nya di Grup Tempo dan produknya dari Grup CTTQ. Kolaborasi ini menjadi contoh kemitraan yang sangat strategis,” imbuh Haryo.
(Rahmat Fiansyah)