"IHSG menyentuh resistance dari angka 7.000, sehingga koreksi yang terjadi saat ini adalah wajar," kata Michael kepada IDXChannel, Kamis (8/5).
Ia menjelaskan bahwa dari sisi sentimen domestik, saat ini belum ada katalis kuat yang mendorong pasar setelah musim pembagian dividen berakhir bulan lalu.
Menurut Michael, pada level harga saat ini, rata-rata saham perbankan masih menawarkan dividen yang cukup besar, dengan asumsi pertumbuhan laba per saham (EPS) dan rasio pembayaran dividen (DPR) tetap. Ia menambahkan, “Angka GDP, rupiah serta loan growth menjadi momen-momen penting yang perlu diperhatikan oleh investor.”
Secara teknikal, Michael juga menyoroti posisi saham BBNI. "BBNI memiliki gap yang cukup besar dari pembagian dividen di 4.410, sementara saat ini posisi harga berada dalam range support 4.100–4.000," ujarnya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.