AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Erick Thohir Tahan Rencana BSI Mau Rights Issue

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Rabu, 21 September 2022 10:21 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meminta manajemen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk bersabar lebih dahulu terkait rencana right issue tahun ini.
Erick Thohir Tahan Rencana BSI Mau Rights Issue (FOTO: MNC Media)
Erick Thohir Tahan Rencana BSI Mau Rights Issue (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta manajemen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk bersabar lebih dahulu terkait rencana perseroan melakukan right issue pada kuartal IV-2022.

Erick menilai aksi korporasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) harus mempertimbangkan dinamika makro ekonomi nasional. Karena itu, dia mencatat penerbitan saham baru akan lebih tepat bila kondisi ekonomi nasional membaik 

"Sabar, kan kondisi makro ekonomi kita harus pas gitu," ungkap Erick saat ditemui wartawan di kawasan Parlemen, dikutip Rabu (21/9/2022). 

BSI memang menargetkan akan menerbitkan 6 miliar saham Seri B dengan nilai Rp500 per saham. Pernyataan pendaftaran hak memesan efek terlebih dahulu disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022 mendatang.

"Iya itu (rights issue) untuk meningkatkan permodalan ke kita, di kuartal IV ini (2022)," ungkap Hery saat ditemui di DPR RI. 

Adapun aksi korporasi ini diharapkan akan dapat dilaksanakan dan selesai pada kuartal IV 2022, atau tidak lebih dari 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran kepada OJK.

BSI juga berencana untuk menggunakan seluruh dana dari rights issue ini untuk penyaluran pembiayaan, dalam mendukung pertumbuhan bisnisnya. 

Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya, maka persentase kepemilikan atas saham perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,73 persen.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mencatat total aset yang dibukukan Bank Syariah Indonesia hingga Juni 2022 mencapai Rp 277 triliun. Sementara ekuitas perusahaan pada periode tersebut menyentuh angka Rp 26 triliun. 

Jumlah aset dan ekuitas BSI ini disampaikan langsung Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI . Menurutnya, dengan jumlah aset tersebut, maka BSI masuk sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. 

"BSI per Juni 2022 aset total Rp 277 triliun dan ekuitas sebesar Rp 26 triliun. Ini merupakan bank syariah terbesar di Indonesia. Dengan menjadi bank terbesar di Indonesia, BSI akan punya peran penting dalam pembangunan perekonomian syariah di Indonesia," tutup Susyanto. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD